Kendari, Cakrawalasultra.id – Polisi anggota Polres Tolikara, Bripka Laode Abdul Salman (37) korban pembunuhan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat tikaman secara brutal dari pelaku.
Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).
Menurut AKP Welli, korban ditikam saat melerai pelaku dan istrinya yang sedang bertengkar. Diketahui, istri pelaku merupakan tante korban.
Saat itu lanjut AKP Welli, korban yang menginap di rumah tantenya terbangun dari tidurnya mendengar keributan.
Melihat pertengkaran hebat yang sudah mengancam keselamatan tantenya, korban langsung maju melerai.
Tak disangka, niat baiknya itu justru menjadi petaka. Pelaku dalam pengaruh minuman beralkohol berbalik menikam korban secara brutal.
“Si pelaku dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol, di mana cekcoknya itu bersama istri kemudian suara besar terbangunlah si korban. Kemudian si korban melerai ternyata sudah kena tusukan,” ujar AKP Welli.
Korban dalam kondisi kritis masih sempat menyuruh anak pelaku keluar rumah, karena situasinya sudah tak terkendali.
Setelah itu, korban yang masih berusaha melerai sudah tidak bisa lagi akibat kondisinya sudah kritis karena luka tikaman.
“Si korban mau melerai juga sudah kritis akhirnya tumbang di ruang tamu dari rumah si pelaku tersebut,” katanya.
Dia menegaskan, cekcok awal itu antara pelaku dan istri.
“Pelaku cekcok awalnya itu sama istrinya, mendengar suara besar terbangun si korban,” tegasnya.
Hasil visum, di sekujur tubuh korban mulai leher hingga lutut ditemukan banyak luka tusukan senjata tajam,
“Jadi secara brutal si pelaku melakukan penikaman terhadap si korban,” ujarnya.
Korban anggota Polres Tolikara, pelatih atlet paralayang datang ke Kendari, bertugas mendampingi atlet paralayang bertanding.
Saat peristiwa itu, korban sudah melaksanakan tugas. Dia menginap di rumah tantenya setelah pulang dari menjenguk ayahnya yang sakit di Lombe, Kabupaten Buton Tengah.
Rencananya, korban akan kembali ke Tolikara tepat di hari nahas itu, Sabtu (15/11/2025) . Namun sebelum matahari terbit, dia sudah meregang nyawa.
Dia tetap kembali ke Tolikara, tempat ia bertugas sebagai anggota Polri, namun tinggal tubuh yang kaku tak bernyawa.
Sementara pelaku Junaido (43), masih diamankan di rutan Polda Sultra, menjalani proses penyidikan.
Redaksi


Comment