Pemerintahan

BWS Sulawesi IV Genjot Tiga Bendung Strategis untuk Ketahanan Pangan Muna

Tampak udara pembangunan Bendung Laiba di Kabupaten Muna yang dilengkapi saluran irigasi dan pintu air untuk menunjang suplai air pertanian.

Cakrawala Sultra – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari terus menggenjot pembangunan dan rehabilitasi tiga bendung strategis di Kabupaten Muna guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto di sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Tiga infrastruktur yang dimaksud yakni Bendung Laiba, Bendung Labulu-Bulu, dan Bendung Kolasa. Ketiganya berperan penting dalam menopang suplai air irigasi bagi lahan pertanian di Kecamatan Parigi dan Kabawo.

Bendung Laiba merupakan proyek pembangunan baru yang dirancang untuk mengairi lahan persawahan seluas 615,84 hektare. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan serta menjamin ketersediaan air sepanjang musim tanam.

Meski konstruksi fisik Bendung Laiba telah rampung, pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal karena jaringan saluran irigasi masih dalam tahap penyelesaian.

Sementara itu, Bendung Labulu-Bulu direhabilitasi untuk mengembalikan fungsi dan meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan pertanian seluas 697,47 hektare. Adapun Bendung Kolasa juga mengalami peningkatan kapasitas tampung dan saluran agar distribusi air menjadi lebih efektif.

KUPP Molawe Perkuat Sinergi Kepelabuhanan dan Pertambangan di Sultra

Setelah proses rehabilitasi selesai, Bendung Kolasa diproyeksikan mampu mengairi sawah hingga 1.796,59 hektare. Dengan kapasitas tersebut, bendung ini menjadi salah satu infrastruktur irigasi vital di wilayah Muna.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I BWS Sulawesi IV Kendari, Wagiyo, mengungkapkan bahwa sejumlah titik saluran irigasi saat ini mengalami kerusakan yang mengakibatkan kebocoran dan pemborosan air.

“Untuk sementara kami melakukan langkah darurat menggunakan pompa agar kebutuhan air petani tetap terpenuhi sambil proses perbaikan saluran berlangsung,” ujarnya.

Menurut Wagiyo, keberadaan dan optimalisasi ketiga bendung tersebut sangat krusial dalam menjaga ketersediaan air sepanjang tahun, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Dari sisi anggaran, pembangunan Bendung Laiba serta rehabilitasi Bendung Kolasa dan Labulu-Bulu pada Tahun Anggaran 2025 didukung alokasi dana sebesar Rp28,50 miliar. Anggaran tersebut turut diperjuangkan oleh Anggota DPR RI asal Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae.

1.348 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi Potensi Peningkatan Bencana Alam Musim Hujan di Sultra

Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang semakin memadai, indeks pertanaman (IP) padi di Kabupaten Muna yang saat ini masih berada pada IP 100 ditargetkan meningkat bertahap menjadi IP 200 hingga IP 300. Peningkatan indeks tanam ini diharapkan mampu mendongkrak produksi padi sekaligus memperkuat kontribusi Muna dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Redaksi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *