Cakrawalasultra.id – Menjawab keresahan publik soal keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Komisi III DPRD Kota Kendari melakukan kunjungan lapangan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Wua-Wua, Selasa (21/10/2025).
Langkah tersebut merupakan bentuk pengawasan DPRD dalam memastikan kualitas gizi dan higienitas makanan yang disajikan untuk ribuan pelajar di Kota Kendari.
Kunjungan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Arsyad Alastum, didampingi Sekretaris Komisi III Muslimin serta anggota Apriliani Puspitawati, Andi Siti Rofikah Hidayat, Hasbulan, Aman Labelo, Simon Mantong, dan La Ode Alimin. Mereka meninjau seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses memasak, pengecekan kualitas, hingga distribusi dan pengelolaan limbah.
“Makan gratis bukan berarti asal-asalan. Kami ingin memastikan makanan yang sampai ke tangan siswa itu aman, bergizi, dan layak konsumsi. Setelah peninjauan ini, kami cukup puas,” ujar Arsyad Alastum di sela-sela kunjungan.
Program MBG di SPPG Wua-Wua melayani sekitar 2.793 porsi makanan per hari. Skala produksi yang besar ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan pangan, terutama setelah beredarnya isu dugaan keracunan makanan di daerah lain.
Namun, Arsyad menegaskan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang belum terbukti kebenarannya.
“Kami mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah agar tidak ragu. Sampaikan ke anak-anak untuk makan makanan yang disediakan. Jangan percaya isu sebelum ada fakta jelas,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Kendari, Muslimin, menyebut bahwa dapur MBG di Wua-Wua telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami lihat langsung semua tahapan pengelolaan makanan berjalan sesuai SOP BGN. Dari penyimpanan bahan mentah, proses memasak, hingga pengecekan gizi dan distribusi semua termonitor,” jelasnya.
Muslimin juga mendorong agar BGN terus memperkuat sistem pengawasan dan deteksi dini potensi masalah di lapangan.
“Tujuan kita bukan sekadar memberi makan, tapi memberi makan yang benar. Ini investasi kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Peninjauan tersebut menegaskan keseriusan DPRD Kendari dalam mengawal program strategis pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan dasar siswa.
“Program MBG ini bukan sekadar kegiatan sosial, tapi investasi bagi masa depan generasi Kota Kendari,” tutup Arsyad Alastum. (*)


Comment