Ekonomi

OJK Sultra Jadikan Bulan Inklusi Keuangan 2025 Sebagai ‘Lahan Perang’ Literasi Finansial

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan sambutan pada pembukaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Kendari. (Foto: Dok. OJK Sultra)

Kendari, Cakrawalasultra.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) memaknai Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 sebagai “lahan perang” dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan. Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa momentum ini menjadi langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan pencapaian target nasional inklusi dan literasi keuangan.

“Literasi di masyarakat kita masih sekitar 63 persen, sedangkan inklusi berada di angka 83 persen. Masih ada gap yang cukup besar antara pengguna produk keuangan dan pemahamannya,” ujar Bismi dalam sambutannya di hadapan Gubernur Sultra, perwakilan Bank Indonesia, FKIJK, dan Forkopimda, Senin (27/10/2025).

Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menggunakan produk keuangan tanpa memahami risiko dan manfaatnya. Sementara itu, target nasional inklusi keuangan pada 2025 ditetapkan sebesar 91 persen, yang berarti OJK Sultra masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk menutup celah 8 persen yang tersisa.

“Target nasional itu 91 persen di 2025. Masih agak jauh memang, tapi dengan adanya BIK ini kami optimistis bisa mengejar selisihnya. Masih ada waktu tiga bulan dan sejumlah program strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sultra,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan BIK 2025, OJK Sultra menargetkan peningkatan signifikan dalam pemanfaatan produk dan layanan keuangan hingga ke pelosok daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk aktif bertransaksi dan menggunakan jasa keuangan formal.

RUU Daerah Kepulauan, Fraksi PKB: Upaya Menegakkan Keadilan bagi Wilayah Kepulauan

“Target kami di Bulan Inklusi Keuangan ini adalah peningkatan transaksi dan penggunaan produk keuangan oleh masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya datang ke booth, tetapi juga benar-benar memahami dan menggunakan produk yang ada,” kata Bismi.

Bismi menegaskan bahwa OJK Sulawesi Tenggara terus berupaya bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi dan inklusi keuangan.

“Mengutip kata seorang teman saya di Medan: ‘Laga daripada pulang tanpa nama’. Artinya, OJK Sulawesi Tenggara tidak akan berhenti memperjuangkan kemajuan literasi dan inklusi keuangan di daerah ini,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para pengunjung.

Sebagai langkah konkret, OJK Sultra telah menyiapkan beberapa program unggulan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan, antara lain:

  1. Pembentukan Tentara Literasi Keuangan

    BTN Baito Permai Buka Suara, Developer Sebut Banyak Permintaan Konsumen di Luar Ketentuan

  2. Edukasi Masif Tanpa Henti

  3. Program Kredit Melawan Rentenir (KMR)

  4. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)

Dengan berbagai langkah tersebut, OJK Sultra optimistis Bulan Inklusi Keuangan 2025 dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat Sulawesi Tenggara.

Redaksi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *